Breaking

Kebakaran Gambut Hanguskan Ratusan Hektare di Mesuji, Pesawat Water Bombing Dikerahkan

RE
Kamis, 15 Oktober 2026
Kebakaran Gambut Hanguskan Ratusan Hektare di Mesuji, Pesawat Water Bombing Dikerahkan

MESUJI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sungai Cambai dan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung, menghanguskan ratusan hektare semak belukar dan perkebunan kelapa sawit milik warga serta perusahaan. Api membakar lahan pada Rabu (14/10/2026) dan hingga kini masih ditangani petugas gabungan di sejumlah titik.

Mayoritas area yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi itu membuat proses pemadaman berjalan lebih lambat dibanding kebakaran di lahan mineral.

Minim Sumber Air dan Akses Darat Jadi Kendala Utama

Petugas di lapangan menghadapi dua hambatan sekaligus: keterbatasan sumber air dan sulitnya akses darat menuju titik api. Sejumlah lokasi tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Karena itu, pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat. Tim gabungan mengerahkan pesawat water bombing milik perusahaan untuk menjangkau area yang tak terjangkau kendaraan.

Selain memadamkan api, petugas melakukan pendinginan di area yang sudah terbakar. Langkah itu untuk mencegah api kembali menyala di lahan gambut yang mudah menyimpan bara.

Tujuh Unit Damkar dan Pompa Jinjing Disiapkan PT SIP

PT Sumber Indah Perkasa (SIP) turut mengerahkan peralatan pemadam untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasionalnya. Perusahaan menyiapkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, sejumlah pompa jinjing, dan pompa alkon.

"Kami sudah mempersiapkan tujuh unit mobil Damkar, beberapa pompa jinjing, dan pompa alkon untuk lokasi yang sulit dijangkau mobil Damkar," kata Humas PT SIP, Ardi.

Peralatan itu diarahkan ke titik-titik yang tidak bisa diakses mobil pemadam. Pesawat water bombing milik perusahaan juga diterjunkan untuk membantu pemadaman dari udara.

"Ada beberapa titik yang kami tangani dengan menerjunkan mobil Damkar dan dibantu pesawat water bombing milik perusahaan," ujar Ardi.

Perusahaan Klaim Gelar Apel Siaga Setiap Tahun

Ardi menyatakan perusahaan berkomitmen melakukan pencegahan karhutla setiap tahun. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari apel siaga, penyediaan armada pemadam, hingga pelibatan masyarakat desa sekitar.

"Perusahaan setiap tahun melakukan apel siaga kesiapan dengan melibatkan beberapa desa di sekitar wilayah perusahaan," kata Ardi.

Selain mengandalkan peralatan, perusahaan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dilatih di sejumlah desa. Tim itu membantu upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di lingkungan sekitar.

Dukungan pemadaman, kata Ardi, tidak hanya menyasar area perusahaan. Bantuan juga menjangkau perkebunan milik masyarakat di sekitarnya.

Petugas Terus Lakukan Pendinginan agar Api Tidak Meluas

Hingga keterangan disampaikan, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan. Upaya itu dilakukan agar kebakaran tidak meluas ke area lain di Mesuji.

"Penggunaan pesawat water bombing ini menjadi salah satu upaya untuk membantu pemadaman di area yang sulit dijangkau dari darat. Petugas gabungan saat ini terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas," tandas Ardi.

Sumber: liputan6.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua