Breaking

Masa Tunggu Haji di Jambi Ditargetkan Turun Jadi 14-16 Tahun pada 2027, Kuota 2026 Naik 300 Orang

RE
Rabu, 14 Oktober 2026
Masa Tunggu Haji di Jambi Ditargetkan Turun Jadi 14-16 Tahun pada 2027, Kuota 2026 Naik 300 Orang

KOTA JAMBI — Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah serta Pelayanan Haji Kanwil Kemenhaj Jambi, Majdi, mengatakan langkah percepatan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan masa tunggu haji lebih singkat. Menurut dia, penurunan target itu bertumpu pada penertiban data daftar antrean yang selama ini membuat masa tunggu membengkak.

"Masa tunggu haji masih mencapai 34 tahun pada 2025, lalu masa tunggu diseragamkan menjadi 26 tahun pada 2026 setelah dilakukan penertiban," kata Majdi di Jambi, Selasa.

Penertiban Data Antrean Ganda Jadi Kunci

Pemerintah menelusuri data calon jamaah haji untuk mengidentifikasi pendaftar yang memiliki lebih dari satu nomor porsi antrean. Penertiban menyasar data calon jamaah haji yang telah menunaikan ibadah haji, tetapi masih tercatat memiliki berbagai antrean keberangkatan.

Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi menerapkan kebijakan jeda keberangkatan selama 18 tahun bagi calon jamaah haji yang telah menunaikan ibadah haji. Kebijakan itu diharapkan mengurangi antrean ganda sehingga calon jamaah haji lain dapat memperoleh kesempatan berangkat lebih cepat.

Kuota Haji Jambi 2026 Bertambah 300 Orang

Majdi menyebut kuota haji pada 2026 di Provinsi Jambi meningkat dari sekitar 2.900 lebih menjadi 3.276 orang, atau bertambah sekitar 300 orang. Penambahan kuota ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat laju pemberangkatan jamaah dari daerah.

Pemerintah juga menggagas pembangunan Kampung Haji untuk mendukung efisiensi penyelenggaraan ibadah haji dan menekan biaya yang ditanggung calon jamaah haji.

Harapan Warga Jambi: Antrean Lebih Pendek, Biaya Lebih Ringan

Majdi berharap penertiban data, penyesuaian kebijakan keberangkatan, dan pembangunan Kampung Haji dapat memperpendek masa tunggu secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut, tambah dia, menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib, terjangkau, dan berorientasi pada kebutuhan calon jamaah haji.

Bagi calon jamaah di Jambi, sejumlah kebijakan itu berpotensi memangkas waktu tunggu yang selama ini menjadi keluhan utama. Namun hasilnya baru terlihat bertahap, bergantung pada kecepatan penertiban data dan realisasi penambahan kuota pada tahun-tahun berikutnya.

Sumber: jambi.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua