Breaking

60.177 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla di 6 Provinsi, Fokus Kalteng dan Sumsel

RE
Selasa, 13 Oktober 2026
60.177 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla di 6 Provinsi, Fokus Kalteng dan Sumsel

JAKARTA — Operasi darat pemadaman karhutla melibatkan personel dari Damkar, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan daerah, dan relawan. Teddy menyebut tingkat keberhasilan pemadaman di darat rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Selain operasi darat, pemadaman melalui udara juga dilakukan lewat water bombing dengan bantuan helikopter dan pesawat. "Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman," kata Seskab Teddy.

Dua Provinsi Jadi Prioritas Utama Pemadaman

Teddy menegaskan fokus penanganan saat ini tertuju pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. "Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan," ujarnya saat menyampaikan isi rapat terkait karhutla di Istana.

Meski demikian, kondisi di sejumlah wilayah lain dilaporkan membaik. Teddy menyebut situasi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Upaya ini sejalan dengan perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Arahan Presiden Prabowo dalam Rapat Terbatas

Dalam rapat yang sama, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan kepada para peserta. "Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran," kata Seskab Teddy.

Rapat terbatas khusus membahas karhutla itu dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi. Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.

Hadir pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, yang merupakan calon kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), turut mengikuti rapat.

Dari sambungan video-conference, rapat diikuti Kepala BNPB serta sejumlah panglima daerah militer (Pangdam), Kapolda, dan gubernur di wilayah-wilayah terjadinya karhutla.

Sumber: jambi.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua