Sejarah Baru di Sachsen-Anhalt: AfD Duduk di Kursi Ketua Parlemen
NAVIGASI.CO.ID — Partai Alternative für Deutschland (AfD) menempatkan kadernya, Tobias Rausch, sebagai presiden parlemen negara bagian Sachsen-Anhalt dalam pemungutan suara putaran pertama. Kemenangan ini menjadikan AfD partai berhaluan kanan jauh pertama yang menduduki posisi ketua parlemen regional Jerman sejak Perang Dunia II berakhir.
Rausch, mantan agen properti berusia 35 tahun, meraih 48 dari 82 suara dalam sidang perdana anggota parlemen di Magdeburg. Sebanyak 29 suara menolak dan lima abstain. Kelompok parlemen AfD sendiri hanya menguasai 39 kursi, kurang tipis dari mayoritas absolut.
Dukungan datang dari lima politikus Bündnis Sahra Wagenknecht (BSW), partai kecil berhaluan kiri yang kerap meniru sikap AfD soal Rusia dan imigrasi. Dengan begitu, empat anggota parlemen lain turut memilih Rausch dalam pemungutan suara rahasia tersebut.
Runtuhnya "Tembok Api" Antipartai Kanan Jauh
Selama ini partai-partai mapan di Jerman memegang kesepakatan moral untuk menolak bekerja sama dengan AfD, yang dikenal sebagai "firewall" atau tembok api. Kesediaan sejumlah politikus melanggarnya membuka peluang AfD membentuk pemerintahan di Sachsen-Anhalt.
Pendiri BSW, Sahra Wagenknecht, menyerukan agar "kebodohan tembok api" diakhiri. Wakilnya, Christian Leye, menegaskan tembok itu tidak lagi berfungsi dan suara hampir 44% pemilih tidak bisa diabaikan.
"Kami butuh cara cerdas untuk berhadapan dengan AfD, yaitu berurusan dengan isi program mereka alih-alih tembok api," kata Leye kepada media Jerman.
Wakil dari Sayap Ekstrem Ikut Terpilih
Pada hari yang sama, Hans-Thomas Tillschneider, figur sayap paling ekstrem AfD, terpilih sebagai wakil Rausch dengan 44 suara. Ia digadang menjadi menteri kebudayaan dan ilmu pengetahuan di negara bagian itu.
Tillschneider, sarjana studi Islam, pernah menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "pria sejati dengan seperangkat nilai yang sehat". Ia juga menuding imigran "mengalir ke sini dalam jumlah besar... ingin menghambur-hamburkan uang kami".
Pernyataan kontroversialnya tak berhenti di situ. Ia pernah menggambarkan Islam sebagai "jamur" yang tumbuh di "pohon ek Jerman". Keluarganya beremigrasi dari Rumania ke Jerman pada dekade 1980-an.
Tekanan Politik bagi Kanselir Merz
AfD memenangi hampir 44% suara pada pemilu negara bagian bulan lalu. Hasil itu menghantam Kanselir Friedrich Merz dan partainya, Christian Democrats (CDU), yang berhaluan tengah-kanan.
Merz berjanji saat menjabat pada 2025 akan memangkas separuh dukungan AfD lewat perbaikan ekonomi dan pengetatan imigrasi. Kenyataannya, dukungan CDU justru nyaris terpangkas separuh, sementara AfD melesat ke kisaran 30% dalam survei nasional.
Badan intelijen Sachsen-Anhalt mengklasifikasikan AfD sebagai "ekstremis sayap kanan". Kemenangan Rausch menandai terobosan elektoral partai itu di jantung politik Jerman pascaperang.
Peringatan Oposisi dan Bayang-Bayang Sejarah
Anggota parlemen dari oposisi mengangkat alarm atas jebolnya tembok api. "Siapa pun yang menyerahkan jabatan ini kepada perwakilan partai ekstremis dan antikonstitusi akan bertanggung jawab atas konsekuensinya," ujar politikus Partai Hijau, Susan Sziborra-Seidlitz, disambut tepuk tangan riuh.
Sebelum pemungutan suara, Eva von Angern dari Partai Die Linke menarik paralel antara pemilihan Rausch dan penggunaan jabatan ketua parlemen Reichstag oleh Hermann Göring pada 1930-an. Menurutnya, dampak buruk kemenangan AfD sudah terasa lewat penurunan jumlah turis dan guru yang menarik lamaran kerja.
Rausch dalam pidato penerimaannya berjanji mewakili semua suara dan menanggapi perbedaan pendapat secara serius. Ia hanya mendapat tepuk tangan dari kelompoknya sendiri dan BSW, sementara anggota parlemen lain bungkam.
Rausch sebelumnya terseret skandal nepotisme karena mempekerjakan anggota keluarga di parlemen. Ia membantah klaim bahwa sejumlah saudara dan iparnya bekerja di sana, tetapi mengakui mempekerjakan beberapa pemain dari klub sepak bola tempatnya bernaung.
Ia merupakan sekutu dekat Ulrich Siegmund, kandidat utama AfD yang bersiap mengambil alih kepemimpinan Sachsen-Anhalt. Siegmund memiliki waktu hingga Desember untuk membentuk pemerintahan, dan mengklaim tengah melobi sejumlah anggota CDU agar meninggalkan tembok api. Para pemimpin CDU membantah klaim tersebut.