Basarnas dan TNI AL Kerahkan 46 Penyelam Cari 126 Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa
BANJARMASIN — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketujuh dengan kekuatan penyelam yang jauh lebih besar. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator menyatakan 46 penyelam kini dikerahkan untuk menyisir lokasi kecelakaan di perairan Masalembo.
Dari unsur Basarnas, sebanyak 20 personel Basarnas Special Group (BSG) diterjunkan. TNI AL menambah 20 penyelam yang terdiri atas 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II.
Tambahan enam penyelam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) melengkapi total kekuatan penyelaman. Menurut Putu, dukungan POSSI difasilitasi oleh anggota DPRD untuk memperkuat operasi pencarian di lokasi kecelakaan.
117 Korban Ditemukan, 126 Masih Dicari
Hingga Sabtu pukul 13.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 117 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8, masih ada 126 orang yang belum ditemukan. Seluruh korban yang telah dievakuasi langsung mendapat penanganan tim medis dan instansi terkait di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Penyelaman Dijadwalkan Mulai Minggu Pagi
Putu menjelaskan tim penyelam tambahan direncanakan bergerak menuju lokasi kecelakaan pada Sabtu sore. Jika perjalanan berjalan sesuai rencana, penyelaman untuk melanjutkan pencarian korban dapat dilakukan pada Minggu pagi.
"Kita berterima kasih sudah di-support, diberikan tambahan personel sehingga lebih banyak lagi tim penyelam," ujar Putu di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Penambahan personel dinilai penting karena pencarian bawah air membutuhkan rotasi penyelam yang memadai. Kondisi arus dan cuaca di perairan Masalembo menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu penyelaman.
Kronologi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026. Kapal mengangkut 243 orang dalam manifesnya.
Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, hingga organisasi penyelam sipil. Fokus pencarian diarahkan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terjebak di dalam badan kapal.