JAKARTA — Pezeshkian menegaskan posisi geografis Iran memberikan ruang gerak yang luas di tengah tekanan Washington. Menurutnya, banyaknya negara tetangga membuka jalur alternatif kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan, politik, dan keamanan.
"Kami berbagi perbatasan dengan 15 negara, jadi mereka [Amerika Serikat] tidak bisa dengan mudahnya memblokade kami," kata Pezeshkian kepada stasiun TV Iran.
Pernyataan itu muncul di tengah eskalasi tekanan AS terhadap Teheran. Washington kini menjalankan blokade maritim dan sanksi yang membatasi kemampuan maskapai Iran melayani penerbangan ke berbagai negara.
Apa yang Dimaksud Iran dengan "Blokade Udara"?
Iran menyebut langkah terbaru AS sebagai "blokade udara." Sanksi tersebut menyasar operasional maskapai nasional Iran dalam melayani rute internasional.
Pezeshkian menilai tekanan sepihak itu tidak akan efektif karena Iran masih memiliki banyak pintu masuk ekonomi melalui darat dan laut ke negara-negara tetangga.
Agenda Kunjungan ke Turkmenistan
Kunjungan ke Turkmenistan pada Jumat dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara CIS dan KTT Lingkungan Hidup Kaspia. Pezeshkian menyebut forum itu sebagai peluang mempererat hubungan dengan negara-negara tetangga.
Ia juga berencana membahas strategi menghadapi pendekatan sepihak dalam hubungan internasional dan bilateral. Menurutnya, kerja sama regional menjadi kunci menghadapi tekanan dari luar.
Dampak bagi Perekonomian Iran
Blokade maritim dan sanksi penerbangan berpotensi memukul sektor ekspor dan mobilitas warga Iran. Namun Teheran mengandalkan jalur darat ke negara-negara seperti Turkmenistan, Turki, Irak, dan Armenia sebagai alternatif.
Pezeshkian menyatakan posisi Iran di antara banyak negara memungkinkan diversifikasi mitra dagang. Strategi itu dinilai menjadi jawaban atas upaya isolasi yang dilakukan AS.