Balai Karantina Jambi Gelar Vaksinasi Rabies 70 Hewan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk 200 Warga
JAMBI — Kepala Balai Karantina Jambi Sudiwan Situmorang menyatakan bakti sosial ini merupakan wujud kehadiran lembaganya yang tidak hanya bertugas menjaga batas negara. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang agar memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Kegiatan ini wujud kehadiran Karantina yang tidak hanya bertugas menjaga batas negara, tetapi juga memberikan dampak dan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Sudiwan, Rabu.
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran lebih dari 200 orang yang memanfaatkan rangkaian layanan terintegrasi. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum, skrining kesehatan jiwa, deteksi dini kanker, hingga pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) dalam tubuh.
Pemeriksaan CO, Respons atas Kabut Asap Karhutla
Pemeriksaan kadar CO dinilai relevan dengan kondisi Jambi yang kerap terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Layanan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga agar lebih peduli terhadap kesehatan pernapasan dan kelestarian lingkungan.
Selain layanan kesehatan manusia, perhatian juga difokuskan pada kesehatan hewan dan aksi kemanusiaan. Sebanyak 70 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) mendapatkan vaksinasi rabies gratis, dan program ini dipastikan masih berlanjut hingga Kamis mendatang.
Aksi donor darah yang dilaksanakan bersamaan berhasil mengumpulkan 70 kantong darah. Stok tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan darah di wilayah Jambi.
Pendekatan One Health, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Sudiwan menegaskan momentum Hari Karantina Indonesia ke-149 bukan sekadar perjalanan tugas perkarantinaan semata. Ia menyebut peran lembaga dapat dirasakan langsung melalui kegiatan berbagi, mengedukasi, serta mengajak publik memelihara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara menyeluruh.
Pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan menjadi landasan utama Balai Karantina Jambi dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Sudiwan menambahkan ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Upaya pencegahan penyakit, termasuk edukasi pencegahan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, menurutnya harus dilakukan bersama-sama dengan kolaborasi sebagai kunci utamanya.
Sinergi dengan Angkasa Pura II, PMI, hingga Puskesmas Talang Bakung
Keberhasilan rangkaian acara tersebut terwujud berkat sinergi Balai Karantina Jambi dengan berbagai pihak. Di antaranya PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, Puskesmas Talang Bakung, dan Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara (YPKN) Provinsi Jambi.
Jajaran pemangku kepentingan di lingkungan bandara turut mendukung kelancaran kegiatan yang menyasar warga sekitar Bandara Sultan Thaha tersebut.