JAMBI — Arem-arem termasuk jajanan tradisional yang bertahan melintasi generasi. Kulitnya dari beras yang dimasak bersama santan, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Isian daging ayam berbumbu pedas memberi cita rasa yang membedakannya dari lontong atau buras biasa.

Selain disantap sebagai sarapan praktis, arem-arem ayam pedas kerap dipilih sebagai isian snack box untuk acara keluarga. Sejumlah pelaku usaha rumahan juga menjadikannya produk jualan karena proses pembuatannya relatif sederhana.

Bahan Kulit Nasi Arban yang Perlu Disiapkan

Komposisi bahan menentukan tekstur kulit arem-arem. Beras yang dipakai sebaiknya dicuci bersih dan ditiriskan sebelum dimasak bersama santan dan bumbu aromatik.

  • 500 gram beras, cuci bersih dan tiriskan
  • 100 ml santan sedang
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 1 sendok teh garam

Daun salam dan serai berfungsi memberi aroma gurih pada nasi arban. Santan sedang dipilih agar tekstur kulit tidak terlalu berminyak saat dikukus.

Mengapa Arem-Arem Tetap Diminati

Arem-arem tidak kehilangan penggemar karena rasanya yang akrab di lidah dan porsinya pas untuk sekali makan. Kombinasi beras bersantan dan isian ayam berbumbu pedas membuatnya cocok disajikan kapan saja, baik pagi maupun sebagai camilan sore.

Bungkus daun pisang juga memberi aroma khas yang sulit digantikan bahan lain. Dari sisi usaha, kudapan ini punya nilai jual karena bisa diproduksi dalam jumlah banyak dengan peralatan dapur rumahan.

Peluang Usaha dari Dapur Rumahan

Permintaan arem-arem biasanya meningkat saat ada acara keluarga, pengajian, atau rapat kantor yang memesan snack box. Pelaku usaha rumahan bisa memanfaatkannya dengan menawarkan paket isi beberapa buah per kotak.

Bahan baku yang tersedia di pasar tradisional maupun supermarket membuat modal produksi lebih terkendali. Yang perlu dijaga adalah konsistensi rasa dan kebersihan kemasan agar pelanggan kembali memesan.

Reporter: Redaksi