JAKARTA — Rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto memutuskan percepatan produksi E20 sebagai prioritas. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut target dua tahun itu harus didukung rencana konkret dari kementerian teknis.
Mentan diminta menyusun rencana kebutuhan lahan, termasuk lokasi dan luas tanam tebu. Pemerintah menyiapkan sekitar 2 juta hektare lahan yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Mengapa Tebu Dipilih sebagai Bahan Baku Etanol?
Zulkifli menilai tebu menjadi komoditas paling memungkinkan untuk dikembangkan sebagai bahan baku etanol. Selain lahan yang tersedia, tebu dinilai cocok dengan kondisi agroklimat sejumlah daerah di Indonesia.
Pemerintah tidak hanya menyiapkan lahan, tetapi juga pembangunan industri pengolahan etanol. Dua hal itu dibahas dalam satu paket kebijakan agar produksi tidak bergantung pada impor bahan baku.
Permintaan Langsung Prabowo dalam Ratas
Dalam rapat, Prabowo meminta jajarannya menyiapkan langkah konkret, mulai dari penyediaan lahan hingga pembangunan pabrik etanol. Instruksi itu disampaikan agar target dua tahun tidak berhenti di tahap perencanaan.
"Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya," ujar Zulkifli Hasan usai mengikuti rapat.
Dampak ke Daerah Penghasil Tebu
Jika terealisasi, program E20 membuka peluang ekonomi baru bagi daerah penghasil tebu di luar Jawa. Sumatra, Kalimantan, dan Papua masuk dalam peta lahan yang disiapkan pemerintah.
Petani tebu di daerah-daerah itu berpotensi menjadi pemasok bahan baku industri etanol. Namun, pemerintah belum merinci pembagian lahan per provinsi maupun skema kemitraan dengan petani.
Apa Langkah Selanjutnya?
Kementerian Pertanian akan menyusun rencana kebutuhan lahan sebagai tindak lanjut ratas. Pembangunan industri pengolahan etanol menjadi tahap berikutnya yang harus diselesaikan dalam rentang dua tahun.
Keberhasilan target ini bergantung pada kesiapan lahan, bibit, dan investasi pabrik. Pemerintah menyebut E20 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.