Ekspansi Kereta Komuter Atlanta Terbuka usai Merger KA Raksasa, Truk Ikut Terdampak Positif
NAVIGASI.CO.ID — Wacana penggabungan dua raksasa kereta barang kelas I di Amerika Serikat, Union Pacific (UP) dan Norfolk Southern (NS), tengah memasuki babak evaluasi oleh Surface Transportation Board (STB), regulator perkeretaapian federal. Keputusan atas konsolidasi yang akan menciptakan jalur kereta transkontinental pertama di Negeri Paman Sam itu dijadwalkan rampung pada 2027.
Di tengah proses tersebut, sejumlah pemangku kepentingan di Atlanta justru melihat celah untuk menuntut konsesi strategis. Mereka mendorong terwujudnya proyek belt line atau jalur lingkar barang yang akan memindahkan lalu lintas kereta kargo dari pusat kota. Inisiatif ini, jika terealisasi, disebut mampu membebaskan ratusan mil rel untuk dioperasikan sebagai jalur kereta komuter.
Jalur Lingkar Senilai US$6 Miliar untuk 14 Rute Komuter
Konsep jalur lingkar yang digagas oleh Mark Hitchcock, anggota Atlanta Design Roundtable, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung proyek tersebut, bukanlah ide baru. Gagasan yang pertama kali disusun satu dekade lalu oleh perusahaan rekayasa Jacobs Engineering ini akan memanfaatkan rel yang sudah ada milik NS dan CSX.
Rute yang direncanakan membentuk huruf U mengelilingi Atlanta, mirip dengan pola jalan tol lingkar I-285. Hitchcock menyebut, jika 80 persen kereta barang berhasil dialihkan ke jalur ini, kapasitas rel di pusat kota akan cukup untuk mengoperasikan 14 jalur kereta komuter baru.
Proses merger dinilai menjadi momentum untuk memfasilitasi perjanjian operasi antara NS dan CSX. Kesepakatan itu juga diharapkan dapat memulai pembangunan sekitar 12 mil rel baru di kawasan tenggara Atlanta yang dibutuhkan untuk melengkapi jalur lingkar tersebut.
“Kami akan menggandakan jumlah angkutan barang antara sekarang dan 2050. Saya tidak berpikir kami bisa membangun jalan untuk mengatasinya. Saat ini, jika tidak ada perubahan, 86 persen dari semua barang akan diangkut dengan truk,” ujar Hitchcock kepada media lokal Saporta Report.
Dampak Ganda: Mengurai Macet dan Memperlancar Logistik Truk
Dampak proyek ini tidak hanya dirasakan penumpang kereta. Para pendukung proyek meyakini perpindahan ribuan komuter dari jalan raya ke rel akan meningkatkan kelancaran arus logistik truk di Atlanta, yang merupakan simpul bisnis utama di kawasan Selatan AS.
Pembengkakan biaya infrastruktur jalan menjadi alasan utama proyek ini dinilai mendesak. Sebuah komite DPRD Negara Bagian Georgia pekan lalu memperkirakan negara bagian tersebut membutuhkan dana hingga US$90 miliar hingga 2050 untuk membangun jalan dan perbaikan guna mengimbangi volume truk yang terus meningkat.
Sebagai perbandingan, biaya pembangunan jalur lingkar kereta yang mencapai US$6 miliar dinilai jauh lebih ekonomis. Hitchcock bahkan menyamakan skala proyek ini dengan pembangunan Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta.
“Ini adalah visi 50 tahun,” kata Hitchcock, seraya membandingkannya dengan Georgia Road Improvement Plan (GRIP) yang diluncurkan pada 1989 dan kini telah selesai 72 persen. “Kepemimpinan harus datang dari negara bagian.”
Momentum Politik dan Dukungan Pemerintah Kota
Wali Kota Atlanta, Andre Dickens, telah menyatakan ketertarikannya pada proyek ini dan menghubungkan organisasi nirlaba tersebut dengan komisi regional untuk diskusi lebih lanjut. Dukungan politik diperkirakan akan semakin mudah didapat setelah UP, dalam aplikasi merger-nya, berencana memindahkan lebih dari 500 posisi manajemen dari kantor pusat NS di Atlanta ke markasnya di Omaha, Nebraska.
Sementara itu, para pemangku kepentingan yang ingin terlibat dalam proses evaluasi merger memiliki tenggat waktu hingga 4 September untuk mendaftar ke STB. Sebelumnya, Canadian National (CN) baru saja mencapai kesepakatan akses yang memungkinkan ekspansi operasinya ke perbatasan Meksiko, dengan memberi akses UP-NS ke rute alternatif menghindari pusat kemacetan Chicago.