Ekonomi Malaysia Tumbuh 6 Persen, Ekspor dan Belanja Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Gubernur Bank Negara Malaysia Abdul Rasheed Ghaffour menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Jumat (15/8/2026).
Penulis: Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 | 11:26:02 WIB

JAMBI — Ekonomi Malaysia kembali menunjukkan ketahanannya. Pada periode April hingga Juni 2026, produk domestik bruto (PDB) negeri jiran itu mengembang 6 persen secara tahunan (year on year), lebih tinggi dibandingkan ekspansi 5,4 persen pada kuartal pertama. Angka ini juga menembus median perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yakni 5,8 persen.

Data Departemen Statistik Malaysia dan BNM yang dirilis Senin (17/8/2026) menunjukkan, hampir semua sektor tumbuh positif kecuali pertanian. Permintaan domestik yang kuat, investasi yang stabil, serta pertumbuhan ekspor menjadi tiga pilar utama yang menjaga ekonomi negeri itu dari guncangan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Inflasi Terkendali, Suku Bunga Tetap Ditahan

Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour menyatakan, pertumbuhan ekonomi 2026 diperkirakan berada di kisaran 5 persen, yang merupakan batas atas proyeksi bank sentral sebesar 4 hingga 5 persen. Sebagai perbandingan, tahun lalu ekonomi Malaysia tumbuh 5,2 persen.

"Permintaan komersial diperkirakan akan tetap tangguh, didorong oleh belanja rumah tangga dan aktivitas investasi," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (15/8/2026).

Bank sentral Malaysia juga memilih mempertahankan suku bunga acuan dalam enam pertemuan kebijakan berturut-turut. Keputusan ini diambil di tengah inflasi yang masih terkendali, meski kenaikan harga komoditas global diperkirakan memberi tekanan pada harga-harga.

Abdul Rasheed menambahkan, subsidi bahan bakar dan bantuan pemerintah lainnya akan membantu menjaga inflasi tetap stabil tahun ini. Ia menegaskan, sikap kebijakan moneter saat ini "tepat dan konsisten dengan prospek stabilitas harga yang berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi yang lestari".

Indonesia Ikut Menikmati Manfaat: Ekspor Beras Perdana ke Malaysia

Di tengah kabar positif ekonomi Malaysia, Indonesia justru membuka peluang pasar baru. Pemerintah resmi mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia pada pekan ini, sebagai tahap awal ekspor yang menyasar kebutuhan pasar Sarawak. Pengiriman perdana ini dilakukan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah ini sebagai momentum penting. Produksi nasional kini tidak hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga mampu menembus pasar internasional.

"Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," kata Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Keputusan membuka keran ekspor diambil setelah pemerintah memastikan stok beras nasional aman. Bulog saat ini mencatat stok mencapai 5,2 juta ton. "Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," tegasnya.

Potensi Pasar 200 Ribu Ton per Tahun

Amran mengungkapkan, kebutuhan beras Sarawak saja diperkirakan mencapai 200.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan seluruh Malaysia mencapai 1,5 hingga 1,7 juta ton per tahun. Artinya, ruang ekspor masih sangat terbuka lebar.

Kerja sama ini telah dibahas langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Responsnya positif—Malaysia bahkan berencana mempercepat dan memperbanyak pasokan beras dari Indonesia.

Beras yang diekspor merupakan jenis premium dengan harga kesepakatan sekitar 3,9 Ringgit Malaysia atau setara Rp 17.000 per kilogram. Jika volume ekspor mencapai 200.000 ton, nilai perdagangannya diperkirakan tembus Rp 3,39 triliun.

Bagi petani, terbukanya pasar ekspor ini berarti peluang harga yang lebih kompetitif dan pasar yang lebih luas. "Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor," pungkas Amran.

Dengan produksi beras nasional 2026 yang diperkirakan lebih tinggi dari tahun lalu berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah optimistis ekspor ini bisa berkelanjutan tanpa mengorbankan ketahanan pangan domestik.

Reporter: Redaksi