5 Orang Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Dicari, SAR Gabungan Perluas Area ke Jalur Udara Hari Ketiga
MATARAM — Operasi pencarian korban kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok memasuki hari ketiga dengan skenario yang lebih masif. Kantor SAR Mataram mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) utama yang bekerja paralel di sektor perairan dan udara untuk menemukan lima penumpang yang masih hilang.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyebut pembagian sektor pencarian dilakukan secara terstruktur agar penyisiran lebih optimal. SRU 1 mengerahkan KN SAR 220 Mataram, SRU 2 menggunakan KAL Lembar, sementara SRU 3 mengoperasikan helikopter Finns SGi Air Bali untuk memperluas jangkauan visual dari ketinggian.
"Memasuki hari ketiga operasi SAR KMP Putri Yasmin ini, kami mengerahkan kekuatan secara maksimal melalui pembagian 3 SRU yang mencakup penyisiran permukaan laut menggunakan armada kapal dan pemantauan dari udara menggunakan helikopter Finns SGi Air Bali," ujarnya, Jumat (14/8).
Helikopter Dikerahkan, 212 Korban Sudah Dievakuasi
Pengerahan helikopter menjadi pembeda utama dalam operasi hari ketiga ini. Sebelumnya, pencarian hanya mengandalkan kapal patroli dan armada penyisir permukaan. Dengan adanya pemantauan udara, tim berharap bisa menjangkau titik-titik yang sulit diakses kapal, terutama area dengan arus dan hembusan angin kencang.
Hingga Kamis (13/8), total 212 orang telah berhasil dievakuasi dari insiden ini. Rinciannya, 211 penumpang dalam kondisi selamat dan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Jumlah tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memastikan kelima korban yang belum ditemukan menjadi prioritas utama pencarian.
Sinergi Lintas Instansi dan Armada yang Dikerahkan
Operasi ini melibatkan sinergi erat dari berbagai unsur, tidak hanya Basarnas. Kantor SAR Mataram dan Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, hingga Gapasdap dan DVI Biddokkes Polda NTB turut dilibatkan dalam proses pencarian dan identifikasi.
Selain kapal negara, sejumlah armada swasta juga ikut membantu penyisiran. Yacht Still Here dan Yacht No Comment menjadi bagian dari armada pendukung, bersama KMP Portlink II dan KMP Parama Kalyani. Dukungan medis disiagakan melalui ambulans dari RSUD NTB serta puskesmas di sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan di lapangan juga didukung alat utama (Alut) yang komprehensif, termasuk RBB Mataram, RIB 02 Mataram, KN SAR Arjuna, RIB Nusa Penida, dan Kapal Polair KP XXI - 2015.
Bagaimana Kondisi Terkini di Lokasi Kejadian?
Hingga berita ini diturunkan, tim masih memfokuskan penyisiran di sekitar jalur pelayaran Selat Lombok. Kondisi cuaca dan arus menjadi faktor yang terus dipantau untuk menentukan pergeseran area pencarian. Masyarakat yang memiliki informasi keberadaan korban diimbau melapor ke posko SAR terdekat.