BUNGO — Dalam kehidupan sehari-hari, peduli terhadap sesama adalah sikap terpuji. Namun, kepedulian yang berlebihan tanpa diminta justru bisa melanggar privasi orang lain. Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati kehidupan pribadi sesama, bukan justru ikut mengatur persoalan yang bukan tanggung jawabnya.

Sikap terlalu ingin tahu persoalan pribadi orang lain dapat menjerumuskan seseorang pada prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, hingga membicarakan aib yang seharusnya ditutup. Larangan ini bukan tanpa dasar, melainkan memiliki rujukan jelas dalam Al-Qur'an.

Apa Kata Al-Qur'an tentang Menjaga Privasi Sesama?

Surah Al-Hujurat ayat 12 menjadi landasan utama larangan tersebut. Ayat itu mengingatkan orang beriman agar menjauhi banyak prasangka, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, dan tidak menggunjing.

Menjaga batas bukan berarti tidak peduli. Ada perbedaan mendasar antara membantu seseorang yang sedang menghadapi masalah dengan mencampuri persoalan yang sebenarnya bukan tanggung jawab kita.

Jika seseorang membutuhkan bantuan, memberikan pertolongan tentu perbuatan baik. Namun, ketika persoalan tersebut bersifat pribadi dan tidak membutuhkan campur tangan, memberikan ruang kepada orang lain juga bentuk penghormatan.

Mengapa Rasa Ingin Tahu Bisa Jadi Alasan yang Menyesatkan?

Rasa ingin tahu adalah hal manusiawi. Persoalannya muncul ketika rasa ingin tahu tersebut membuat seseorang mulai mencari informasi yang sengaja dirahasiakan.

Di zaman media sosial, batas privasi semakin mudah dilanggar. Kehidupan seseorang dapat terlihat melalui unggahan, percakapan, foto, maupun informasi pribadi. Namun, sesuatu yang dapat dilihat bukan berarti otomatis boleh diselidiki atau disebarluaskan.

NU Online dalam pembahasannya mengenai privasi menekankan pentingnya menghormati ranah pribadi dan tidak mencari-cari aib orang lain. Sikap tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga kehormatan sesama.

Karena itu, seseorang perlu belajar membedakan antara mengetahui sesuatu secara wajar dan sengaja mencari tahu sesuatu yang bukan haknya.

Reporter: Redaksi