205 Kades Merangin Dibekali Strategi Desa Tematik, Yandri Susanto: Peluang Suplai Bahan Baku MBG

Menteri Desa Yandri Susanto memberikan pengarahan kepada 205 kepala desa Kabupaten Merangin dalam retret di Rindam III Siliwangi, Bandung, Senin (10/2).
Penulis: Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:37:02 WIB

BANDUNG — Ribuan desa di Indonesia tengah diarahkan untuk mengadopsi model pembangunan berbasis potensi lokal. Kabupaten Merangin menjadi salah satu daerah yang mendapat prioritas, dengan 205 kades yang dikumpulkan dalam retret di Resimen Induk Kodam (Rindam) III Siliwangi, Bandung, pada Senin lalu.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut program desa tematik bukan sekadar konsep, melainkan strategi ekonomi konkret. Desa yang memiliki potensi perikanan, misalnya, akan difokuskan menjadi sentra produksi ikan nila. Hasilnya, desa tersebut bisa menjadi pemasok kebutuhan pangan dalam skala besar.

Kebutuhan Bahan Baku MBG Jadi Peluang Ekonomi Desa

Yandri menjelaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan nasional membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah sangat besar. Kebutuhan ini, menurutnya, adalah peluang yang bisa dimanfaatkan langsung oleh desa-desa di Merangin.

"Kebutuhan bahan baku program MBG sangat besar jadi ini bisa jadi peluang ekonomi yang bagus," ujar Yandri dalam pengarahannya, Senin.

Dengan menjadi desa tematik di bidang pangan, desa tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga menyerap manfaat ekonomi secara langsung. Roda perekonomian warga berputar lebih cepat ketika hasil panen atau budidaya memiliki pembeli tetap dari program pemerintah pusat.

Beasiswa Jepang dan Pendampingan Fintech China untuk Desa

Kementerian Desa tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Yandri memaparkan kolaborasi multipihak telah dijalin untuk mempercepat pembangunan desa. Salah satunya adalah kerja sama dengan Hakko Fukushikai Foundation dari Jepang untuk memberikan beasiswa kepada pemuda desa.

"Kita ada program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia, ini peluang bagi pemuda asal Kabupaten Merangin," kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

Di sisi lain, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga mendapat sokongan teknologi. Kemendes menggandeng New Hope Fintech dari China untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan berbasis teknologi di tingkat desa.

Target Ekspor dan Program Sehati Senilai Rp 2,5 Miliar per Desa

Para kades juga diingatkan tentang program prioritas Bangun Desa, Bangun Indonesia yang mendorong desa ekspor. Yandri menyebutkan, saat ini telah disiapkan 49 negara tujuan ekspor yang bisa dimanfaatkan oleh desa-desa di Merangin sesuai dengan potensi masing-masing.

Selain itu, Yandri mengajak para kades menyukseskan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kehadiran koperasi ini dinilai penting karena masyarakat desa merupakan pihak yang paling merasakan manfaat program prioritas pemerintah.

Peluang lain yang disorot adalah Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati), hasil kerja sama Kemendes dengan Bank Dunia. Program ini menyasar 7.000 hingga 10.000 desa, dengan bantuan hingga Rp 2,5 miliar untuk setiap desa terpilih.

Yandri meminta para kades Merangin segera menyusun program dan proposal secara maksimal, disesuaikan dengan potensi desa masing-masing, agar bisa merasakan manfaat program tersebut. Retret ini diharapkan menghasilkan rencana aksi yang konkret saat para kades kembali ke daerahnya.

Reporter: Redaksi